Berbicara masalah lingkungan, sudah sering kita mendengar kalau lingkungan membentuk seseorang. Lingkungan adalah salah satu faktor yang bisa dikatakan sebagai faktor yang sangat mempengaruhi perilaku seseorang, karena lingkunganlah tempat seseorang bergaul dengan yang lain.
Di lingkungan sendiri, seseorang dianggap berbuat baik bila lingkungan banyak orang di lingkungan tersebut membenarkan perbuatan tersebut, bila tidak maka hal yang dilakukan orang tersebut dianggap tabu atau perbuatan tersebut tidak diinginkan oleh masyarakat. Contoh untuk artikel kali ini adalah cara berpakaian.
Cara berpakaian seseorang atau Fashion umumnya berbeda satu dengan yang lain, tergantung dari siapa yang diikuti, kenapa mereka memakai itu, dan apa yang mendasari mereka mengenakan pakaian tersebut. Pada zaman sekarang, acuan dari cara berpakaian adalah apa yang seseorang lihat di televisi atau media sosial. Kebanyakan acuan seseorang yang dilihat adalah publik figur atau artis yang menurut mereka pakaian yang tersebut bagus dan pas digunakan.
Bagi seseorang yang tinggal di daerah yang cukup longgar yang dalam artian hukum adat atau hukum wilayahnya tidak terlalu mengekang, meniru cara berpakaian yang bermodel “aneh” dan langsung terjun ke lingkungannya tidak terlalu diperhatikan boleh tidaknya. Tetapi hal tersebut berbeda bila di lingkungan seseorang berada memiliki hukum adat dan hukum wilayah yang sangat ketat dan mengikat, tentu saja bila berpakaian dengan model “aneh” akan dianggap tabu oleh masyarakat dan membuat malu bagi yang mengenakan.
Tetapi, apa jadinya bila wilayah yang menganggap hal berpakaian tersebut tabu mengubah hal tersebut menjadi tidak ada masalah bila mengenakan? Hal tersebut dapat terjadi dengan mudah apabila seseorang yang melakukan hal yang dianggap tabu mengubah pola pikir orang lain tentang perilakunya dan juga mengajak orang lain dan terus menerus mengajak yang lain untuk mengikutinya, hingga keadaan yang semula dianggap tabu tidak ada lagi karena pelaku yang melakukan hal tersebut memiliki masa yang cukup banyak dan perilaku tersebut akan menjadi lumrah atau biasa di daerah tersebut. Seperti misalnya pakaian yang banyak anak muda segani adalah pakaian yang berjenis “kurang bahan” atau apabila lebih sedikit bahan lebih menarik seseorang tersebut.
Ketika satu hal tabu menjadi hal yang biasa, maka hal tabu yang lain pasti mengikuti. Bukan cuma cara berpakaian saja, mungkin nanti hal-hal yang berbentuk kekerasan atau kejahatan menjadi hal biasa terjadi. Sesuatu yang baru dapat dengan mudah membuat seseorang penasaran dan membuat seseorang berpikir apakah hal tersebut berguna bagi dia atau tidak. Hanya dengan sedikit mengubah pola pikir seseorang atau bahkan masyarakat, tindakan yang semula buruk dapat diubah menjadi sesuatu yang biasa dan bahkan dapat juga dianggap lebih baik.
Dalam konteks dari teks ini, hal yang buruk adalah yang sudah tentu dapat dikatakan buruk. Dan mungkin sesuatu yang buruk bagi masyarakat dapat dikatakan atau ada kemungkinan hal yang terbaik bagi masyarakat. Penilaian atas sesuatu dasarnya hanya berasal dari diri sendiri tetapi bila lingkungan ikut menilai sesuatu itu maka, penilaian yang kita berikan akan menjadi keraguan dalam diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar