Masalah ekonomi, adalah
masalah yang dapat terjadi baik di sengaja ataupun tidak. Masalah yang terjadi
pun bermacam-macam, tergantung yang terlibat, pihak yang berpangkat tinggi atau
yang tidak memiliki pangkat. Sekarang saya akan membahar masalah ekonomi dari
pihak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Sejauh ini Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia
per tahun 2013 menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ada
sebanyak 57.895.721 unit usaha dan sebanyak 114.144.082 orang sebagai tenaga kerja di unit usaha. Angka sebanyak
itu terbilang sangat besar, karena jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2013
sebanyak 251.3 juta. Jadi dengan kata lain hampir setengah dari penduduk Indonesia
menjalankan usaha yang bertaraf kecil dan menengah.
Masalah ekonomi yang terjadi kepada pihak Usaha Mikro
Kecil Menengah (UMKM) biasanya berupa masalah modal dan fasilitas. Modal yang
di dapatkan UMKM kebanyakan dari modal sendiri dan pinjaman dari bank, dan
fasilitas yang digunakan oleh UMKM sendiri masih terbilang alat yang sederhana,
saya menilai hal itu belum cukup memenuhi kebutuhan dari usaha yang dijalankan.
Saya melihat UMKM banyak yang tutup akibat kalah saing dengan perusahaan besar
yang tiba-tiba muncul di suatu daerah, yang di sini dapat terlihat kesenjangan
yang terjadi antara perusahaan yang memiliki modal besar dan fasilitas
manufaktur yang modern dengan usaha yang memiliki modal secukupnya dan
fasilitas penunjang yang terbilang tradisional. Dengan kata lain bila hal ini
terus terjadi, pemodal yang hanya berinvestasi ke perusahaan besar maka
setengah penduduk di Indonesia dapat kehilangan pekerjaan mereka, tanpa pemodal
mengetahui potensi dari usaha kecil dan menengah yang bergeser.
Selain dari pemodal,
saya melihat juga dampak dari sisi teknologi sekarang yang maju begitu pesat. Banyak
dari pengusaha mengaku Sumber Daya Manusia (SDM) mereka belum terlalu fasih
menggunakan teknologi baru. Pemasaran yang terbilang hanya sebatas selebaran
dan dari mulut ke mulut membuat produk dan jasa mereka kurang dilihat,
dibandingkan dengan perusahaan besar yang mengiklankan atau mempromosikan
produk dan jasa mereka yang memanfaatkan media online, internet, dan media sosial yang sekarang ini banyak
diminati oleh kaum muda yang mudah penasaran dengan suatu produk.
Hal ini pun telah sampai ke telinga petinggi negara ini
dan telah ditanggapi dengan kongres yang baru-baru ini telah diadakan yaitu Kongres Ekonomi Umat (KEU) yang digelar Majelis Ulama
Indonesia (MUI) di Hotel Syahid Jaya, Jakarta, Sabtu (22/4/2017) yang mana
kegiatan ini juga turut mengundang orang nomor satu di Indonesia yaitu Bapak
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di dalam kongres tersebut Ketua Umum MUI, KH
Ma’ruf Amin mengatakan pembangunan ekonomi di Indonesia selama ini berpusat
kepada pihak yang di atas, dan oleh karena itu menurut dia jika sudah saatnya
pembangunan ekonomi juga bermula dari pihak bawah untuk menghilangkan
kesenjangan yang terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar